Salah satu empat pilar kebangsaan Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika, Bhineka Tunggal Ika 
dipilih sebagai semboyan Bangsa Indonesia karena keadaan masyarakat Indonesia sudah ada sejak zaman dahulu yang digambarkan oleh Empu Tantular pada masa Kerajaan Majapahit 
bahwakerukunan hidup umat beragama sudah berkembang secara baik.

Adapun lambang negara Garuda Pancasila yang di rancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak , yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno, dan diresmikan pemakaiannya sebagai lambang negara pertama kali pada sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat tanggal 11 Februari 1950, selanjutnya Pancasila diperkenalkan tanggal 17 Agustus 1950. Lambang negara Garuda Pancasila ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951, semboyan Bhineka Tunggal Ika secara resmi dinyatakan sebagai semboyan negara

Makna Bhineka Tunggal Ika adalah sebagai berikut :
  • Bangsa Indonesia menyadari bahwa keragaman suku Bangsa, Agama, Ras, antar golongan  merupakan faktor terbentuknya persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.
  • Bangsa Indonesia menyadari bahwa semboyan Bhineka Tunggal Ika mendorong persatuan dan kesatuan Indonesia akan semakin kuat dikarenakan pengalaman sejarah dengan adanya semangat kedaerahan justru membuat Bangsa Indonesia terpecah belah dan mudah dikuasai oleh Bangsa lain 
  • Bangsa Indonesia menyadari bahwa dengan adanya arus globalisasi yang sangat cepat mengakibatkan terjadinya percampuran budaya sehingga diperlukan penyaring agar persatuan dan kesatuan  bangsa tetap utuh dengan adanya semangat Bhineka Tunggal Ika


Pendorong lahirnya Nasionalisme Indonesia adalah karena adanya:

  • Kesatuan sejarah, Bangsa Indonesia tumbuh dan berkembang dalam proses sejarah
  • Kesatuan nasib , nasib karena pernah di jajah .
  • Kesatuan kebudayaan , keberagaman budaya tumbuh menjadi kebudayaan nasional
  • Kesatuan asas kerohanian, nilai-nilai kerohanian secara bersama-sama tersimpul dalam PancasilaPenyemangat untuk membangun Indonesia lebih maju
  • Benteng Persatuan Bangsa dan negara Indonesia di era globalisasi